Gugatan Waris Antara Ibu dan Anak Kembali Terjadi, Penggugat Diduga Rusak Rumah Tergugat

Kota Bogor, BB News | Kasus gugat menggugat antara ibu dan anak kandung kembali terjadi di wilayah hukum Pengadilan Agama Kota Bogor. Hal ini dialami oleh seorang ibu bernama Asmi Elinah (73 th) yang digugat oleh 4 anak kandung terkait harta warisan.

Sebagai ibu kandung, Asmi tidak menyangka anak anaknya akan menggugat dirinya terkait harta waris peninggalan suaminya, bahkan sampai terjadi peristiwa pengerusakan rumah dimana yang menjadi objek sengketa bahkan warung tempat sang ibu usaha dalam memenuhi nafkahnya pun ikut dirusak, bahkan yang lebih tragis lagi, Ibu renta itupun diperlakukan dengan semena-mena sehingga salah satu anak membela ibunya dan melaporkan peristiwa itu ke pihak Kepolisian Resort Kota Bogor.

Baca Juga Berita Lainnya  Mahasiswi IPB University yang Sering Berangkat Kuliah Jam 3 Pagi Ini, Kini Jadi Lulusan Terbaik Fakultasnya

Kuasa hukum Ibu Asmi selaku tergugat, Agus Nurul Mubarok, SH, menyesalkan sikap tak terpuji yang dilakukan anak kandung terhadap ibu renta tersebut. Dikatakan Agus, terkait gugatan Waris yang menyebabkan dugaan pengrusakan dan pengeroyokan terhadap klien nya, sudah masuk ke persidangan dan terdaftar dengan nomor perkara, 539/Pdt.G/2020 yang saat ini tengah disidangkan di Pengadilan Agama kota Bogor dan telah memasuki agenda pembuktian.

“Penggugat semestinya peristiwa ini tidak perlu terjadi, karena tidak sesuai dengan norma dan kepatutan yang ada di dalam hukum baik secara syariat islam maupun aturan Hukum yang ada di negara kita. Sepatutnya nya seorang anak menjaga ibunya yang sudah renta dan menjanda yang telah berusia 72 tahun bahkan seharusnya dapat membahagiakan nya,” ujar Agus, Sabtu (12/9/2020).

Baca Juga Berita Lainnya  Presiden Jokowi Lantik Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri

Terlebih sampai terjadi peristiwa penganiayaan bahkan pengeroyokan, lanjutnya, yang diduga dilakukan oleh anak kandung yang juga berkedudukan sebagai penggugat.”

Untuk itu bagi kami selaku kuasa hukum tergugat dan pelapor akan terus mendampingi klien kami ibu Asmi, guna memberikan perlindungan hukum kepada ibu tersebut. Semoga perkara seperti ini menjadi peristiwa yang terakhir di dalam peradilan di negeri ini,” tandasnya. (Kusnadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.