Selain Dapat Gaji Rp 700.000 Perbulan, TKSK Boleh Terima Imbalan Diluar ABPN, APBD dan APBDes

CIBINONG, BB NEWS | Keberadaan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) disetiap kecamatan tujuannya untuk membantu masyarakat menangani 25 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), namun di sisi lain TKSK juga ditugaskan menjadi Pendamping Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang sekarang disebut Program Sembako.

Namun sayang, kemunculnya Agen Himbara dan Pemasok (Supplier) membuat job TKSK menjadi Pendamping BPNT pun berubah. Keberadaan TKSK hanya dilihat dibidang sosial saja, tidak ada yang melihat bahwa perjuangan TKSK murni sebagai relawan sejak 2009 menangani 25 PMKS.

“TKSK menjadi Pendamping BPNT (Program Sembako) itu baru pada tahun 2018 lalu. Jangan juga dilihat sisi negatifnya, jangan ada yang bermain, jika ada bukti dan faktanya laporkan saja,” ujar Kepala Bidang Dayasos, Dinsos Kabupaten Bogor, Lenny Rachmawati.

Lenny menjelaskan TKSK adalah relawan sosial yang tidak menerima imbalan, namun ditugaskan Kementerian Sosial dan diperkuat dengan Peraturan Menteri Sosial nomor 28 Tahun 2018, bahwa TKSK dapat menerima Imbalan dari pendampingannya. Misalnya TKSK diberi tugas Pendamping BPNT atau Program Sembako tak jadi soal jika TKSK dapat imbalan.

Baca Juga Berita Lainnya  Ngobrol Santai Gali Potensi E-sport Jasinga

“Bisa menerima, tapi bukan Honor, itu namanya Tali Asih, bentuk perhatian atau apresiasi. TKSK juga diperbolehkan menerima perhatian atau apresiasi diluar ABPN, APBD maupun APBDes. Tapi bukan Honor, yang tidak boleh itu Honor, misalkan TKSK mendapatkan Honor sebagai Kepala Desa, dia Tidak bisa mendapatkan anggaran dari sumber yang sama. TKSK itu sebenarnya Relawan Sosial yang posisinya sama seperti PSM, hanya PSM itu di Desa jadi banyak orangnya sedangkan TKSK di Kecamatan,” jelas Lenny.

TKSK sendiri dibina oleh Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos (Dayasos) dan untuk pendampingan program sembako dibina oleh Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos Kabupaten Bogor. Rekruitment TKSK diambil dari unsur Karang Taruna dan PSM masing-masing kecamatan yang merupakan relawan penuh.

Baca Juga Berita Lainnya  Bank Sampah Di Desa Kiarasari Diresmikan Kadis DLH Kabupaten Bogor

“Kalau diambilnya dari Karang Taruna dan PSM mereka sudah terbiasa bekerja atau bergerak sebagai relawan yang menangani permasalahan sosial. Sehingga mereka diberikan penghargaan oleh Kementerian Sosial menjadi TKSK yang diberi Tali Asih oleh Kementerian Sosial,” jelas dia.

Saat ini Dinsos terus melakukan pembinaan kepada para relawan sosial, karena tidak mudah mengajak masyarakat yang tidak diberikan apa pun mau bekerja.

“Program Sembako itu kebetulan yang ditunjuk sebagai pendamping adalah TKSK, bisa saja PSM atau relawan lainya, hanya Kementerian Sosial itu berfikir TKSK itu sudah mendampingi 25 PMKS dari 2009, mereka itu mengabdi tak diberi apa-apa, sehingga sekarang menjadi Pendamping BPNT diberi Tali Asih berupa uang sebesar Rp 700.000 perbulan,” tutupnya.

 

 

(Dede Surya)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.