Ada Dugaan Pemotongan Dana PIP Di SDN Cibata, Ini Kata Kepsek Dan Komite

LEUWILIANG, BB|NEWS – Adanya dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar ( PIP ) yang dilakukan oleh oknum Di SDN Cibata, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, patut dipertanyakan.

Sebelumnya menurut Narasumber dan juga Wali Murid yang enggan disebutkan namanya mengatakan, dana PIP yang dibagikan di Sekolah pada Hari Kamis 4 Februari 2021, ada potongan Rp.50.000 untuk membeli Materai, bahkan untuk kelas 6 dipotong Rp.200.000 untuk Ujian.

“Iya Pengambilan uang PIP disekolah 450 ribu di potong 50 ribu, untuk materai dan administrasi, katanya dipotong gocap gitu doang,kalau kelas enam cuma nerima 250 ribu katanya yang 200 ribu dipotong buat Ujian, lagi rapat cuma tanda tangan orang tua sama anak aja buat pengambilan uang”ungkapnya.

Baca Juga Berita Lainnya  Tingkatkan Infrastruktur Pedesaan,Desa Setu Louncing Program SAMISADE

Kepala Sekolah SDN Cibata Dwi Koryani, saat  dikonfirmasi, membantah adanya pemotongan Dana PIP oleh pihak Sekolah.

“Kalau kami pihak sekolah tidak merasa adanya potongan dana PIP,gini aja sebentar lagi kan ada Komite, jadi nanti lebih jelas, kan mereka yang Musyawarah, soalnya pas saya ngambil, saya ngambil terus terang karena di kolektif itu karena kalau diambil masing-masing takut menimbulkan kerumunan di bank nya”kata Kepsek,Senin (08.02.2021).

Sementara Komite Sekolah Suarja menyangkal bahwa dana PIP yang dikolektif dari wali Murid sebesar Rp.50.000-Rp.200.000 hasil Musyawarah.

“Terkait dengan PIP itukan kemarin ini, sebelum dibagikan juga kami musyawarah bareng-bareng, disana juga ada operasional dan ada materai, materai itu juga kan sekarang tidak ada yang 6 ribu lagi, itu sekarang materai yang 10 ribu,intinya kami sebagai orang tua itu kebijakan buat guru-guru karena beliau kan harus bulak-balik,ini karena sudah beberapa kali musyawarah dipanggil sebelum pencairan saya tidak ada istilah memotong, itu kan kebijakan orang tua untuk Sekolah, itu kebijakan kami 50ribu dari banyak Siswa yang dapet”ungkap Suarja

Baca Juga Berita Lainnya  Babinsa Cigudeg Dampingi Penyuntikan Vaksin Bagi Masyarakat

Lanjut Suarja”Untuk yang 200 ribu, ada banyak kegiatan sekolah ada juga biaya kenang-kenangan, dan lain sebagainya itupun ranahnya ada rinciannya disitu, bukan berarti pemotonga begitu, bukan biaya ujian,itu biaya samen (akhir tahun,red), itukan ada buat foto, panggung, semuanya lah gitu untuk biaya akhir tahun, andaipun nanti karena Pandemi tidak boleh berkerumu. Kemungkinan uangnya akan dikembalikan”pungkasnya

( Tri / Dede Surya )