PEMERINTAH DESA KIARASARI DORONG PEMULIHAN EKONOMI DENGAN PENGEMBANGAN BUDIDAYA UBI JALAR JEPANG SEBAGAI KOMODITI EXSPOR

 

SUKAJAYA,BB|NEWS- Pandemi covid 19 berdampak luas pada semua sektor, hal yang paling terasa adalah geliat ekonomi semakin lesu, angka PHK bertambah dan tingkat penganguran yang tinggi, kondisi ini perlu disikapi secara serius

Dengan terobosan terobosan kreatif, memanfaatkan potensi serta ketersediaan sumber daya, mengubah cara pandang bahwa pandemi bukan semata rintangan tapi pandemi adalah peluang.

Kiarasari dengan luas wilayah 1075,51 Ha, lebih dari 60 % tata guna lahan merupakan area pertanian. Lahan yang subur, ketersediaan air berlimpah udara sejuk serta kebiasaan warga dalam bercocok tanam merupakan potensi prospektif untuk dikembangkan sebagai kawasan agrowisata. Sebagai bentuk keseriusan untuk pengembangan wisata agro saat ini di desa kiarasari terdapat 14 kelompok tani, 3 Kelompok Wanita Tani dan 1 Kelompok Taruna tani yang mewadahi kaum milenial pada bidang pertanian.

Masing masing kelompok bergerak sesuai dengan potensi dan kecocokan komoditi yg tumbuh ditiap tiap lingkungan.

Salah satu komoditi andalan yg terbiasa ditanam oleh warga adalah Ubi Jalar, selain mudah perwatan, murah dari sisi biaya produksi, komoditi ini memiliki pasar yang jelas baik ditingkat lokal, regional hingga export dengan harga yang cukup kompetitif.

Baca Juga Berita Lainnya  Babinsa Desa Wargajaya Dampingi Tenaga Medis Tracking Pasien Covid Di Wilayahnya

“Saya berharap warga terus semangat dan giat memanfaatkan lahan untuk kegiatan produktif, tanam apa pun disini cukup baik dan tumbuh subur,kami pemerintah desa mendukung dan mengapresiasi langkah para petani menggandeng pihak ketiga membuka pasar untuk exspor”Ungkap Ahyar Suryadi Kepala Desa Kiarasari pada acara panen perdana Ubi jalar Jepang di Kelompok Kiaraharapan Maju Kampung Ciparahu Desa Kiarasari.Rabu (1/7).

Sementara itu Itang, Ketua kelompok tani Tiara Harapan Maju, menyampaikan pengembangan ubi jalar Jepang memiliki permintaan pasar yang cukup tinggi sehingga kerjasama dengan pihak ketiga.

“Kami bergerak mengembangkan ubi jalar jepang karena permintaan pasar yg cukup tinggi, alhamdulilah berkat dukungan pemerintah desa dan UPT Pertanian Cigudeg kami dapat bekerjasama dengan pihak ketiga PT.Multi flora Javanica sehingga untuk pemasaran tidak lagi menjadi masalah”ungkap Itang.

Pada tahap awal ini kami baru mencoba di kampung Ciparahu, Cirarak dan Cibuluh seluas 4 Ha dengan petani yg terlibat sebanyak 25 kepala keluarga,Lanjut Itang.

Sedangkan kepala UPT/BPP wilayah Cigudeg Dadang Kostaman yang didampingi koordinator dan penyuluh lapangaan menegaskan bahwa kegiatan budidaya ini baru bersifat “Pilot Project” karena komoditi yang dikembangkan ini meskipun sama sama ubi jalar tapi bukan komoditi yang biasa ditanam warga, sehingga butuh kehati hatian dan perhitungan yang jelas jangan sampai petani mengalami kerugian.

Baca Juga Berita Lainnya  Pemdes Malasari Kembali Salurkan BLT DD Kepada 155 KPM

“Dengan hasil seperti ini, kami sangat senang karena standar spesiikasi kualitas sudah sesuai dengan kontrak antara kelompok dgn pihak exportir. Bobot spesifaksi antara 100 – 250 gram/biji, varietas yang diujicobakan adalah jenis ubi jalar jepang merah Benia Azuma”ujarnya.

Ditempat terpisah Nurodin, SH atau Jaro Peloy Anggota DPRD Kabupaten Bogor Menegaskan inisiatif dan langkah nyata Kelompok Tani Kiaraharapan Maju didukung oleh Pemdes Kiarasari dan Dinas terkait merupakan langkah positif yang perlu terus didukung serta dikembangkan.

“Selain untuk penciptaan lapangan kerja baru, kegiatan ini pun memilki dampak positif terhadap pemanfaatan lahan, jangan ada lagi lahan terlantar ya tidak produktif. Hanya memang petani perlu didampingi secara serius dari mulai hulu hingga hilir, butuh kerjasama yg baik antara Masyarakat, Pemerintah dan Dunia usaha. Sehingga pada saatnya cita cita Satu Desa satu Produk Unggulan (One Village One Product) dapat terwujud.”Ungkap Nurodin.

( RED )