Angklung Tertua Ternyata Ada Di Bogor Barat

CIGUDEG,BBNews – Menilisik Benda Angklung Tua, Bogor Ternyata Adanya di Cipining Bagian Bogor Barat,Hal ini Benda Angklung tertua masih di simpan dan di rawat dengan baik. Yang letaknya di bagian wilayah Bogor barat Kampung Cipining Rt 01 Rw 06 Dusun 01, Desa Argapura Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor.

Benda Angklung yang terbuat dari bahan bambu Gombong, Angklung tersebut yang masih terawat dengan baik, dan di rawat oleh Abah Iyek. oleh kasepuhan laki-laki yang sudah berusia (61) tahun yang lahir pada tahun (Bogor 25/01/1966) yang memiliki anak 6 cucu 10.

Saat ini sesepuh di Kampung Cipining yaitu kepengurusan benda pusaka Angklung Tua yaitu dengan, Abah Iyek. Yang konon adalah keturunan ke 7 pengurus pusaka Angklung Tua tersebut. Yakini yaitu Yang di kenal sapan nya yaitu, Yang pertama Uyut Muhtar, yang ke dua Uyut Kamir ketiga Uyut Rabain Ke Emapat Uyut Jeran ke Lima Uyut Anti dan ke Enam yaitu Samian kemudian Saat ini yang ke Tujuh Abah Iyek. pada tahun jamannya tersebut di miliki oleh Abah Uyut Muhktar.

Yang konon nya usia pusaka Angklung Tua sudah hampir sudah menginjak 400 tahun, ” kata Abah Iyek.

Dalam pemaparan Sisilsilahnya, yang di namakan Angklung tersebut yang di ambil dari nama tempat, Yaitu nama tempat gunung pasir Angklung yang artinya pasir Ipis dan Luhur tepatnya yang bersebelahan nama gunung Cirangsad dan Rengganis Cipining Pasir Anglung yang konon artinya Angklung itu Luhur yang menjadi jenis Bambu Gombong.

Turunya (Dewi Seri Pohaci), Dewi padi turunnya ke bumi dalam bahasa Sunda di sebut ( Ngagubrag) bahasa Indonesia ( Turun). maka di sebutlah Anglung Gubrag Dogodog Lojor Yaitu Bedug Dua berdampingan.

Baca Juga Berita Lainnya  PGRI Cabang Leuwisadeng Gelar Pemilihan Pengurus Masa Bakti 2021 - 2025

“Saat di temui menjelaskan Abah Iyek, Menurutnya perawat Angklung yang di Lokasi kediaman yang melahirkan benda Angklung Tua tersebut tidak di ketahui di buat pada tahun berapanya. ini pada jamannya biasa di sapa Abah Uyut Muhktar. Ia wafaat pada telah di makamkan di Kampung Cipining Kaler Rt 01 Rw 06 Dusun 01, wilayah Bogor bagian barat. Desa Argapura Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor.

Abah Iyek, yang di titipan untuk mengurus benda pusaka Angklung Tua yang saat ini berlokasi di Rt 01 Rw 06 Dusun 01 Kampung Cipining Desa Argapura Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor, silsilah asal muasal tersebut sudah yang ke sekian 7 generasi 12 keturunan, ” Tuturnya

Di titipkan agar merawat benda pusaka Angklung Tua itu. Dirinya sejauh ini masih menyimpan dengan baik dan merawatnya sebaik-baiknya agar bagi yang ingin tau untuk benda pusaka Angklung Tua tersebut ini. Yang ingin tau ia pun sering di mintai keterangan sejarahnya bahkan sering kali di kunjungi oleh para mahasiswa bahkan pelajar sekolah maupun dari Bogor ataupun luar Kota. Dan begitupun Dinas Kebudayan hanya saja tidak di ketahui di buat pada tahun berapa, ” imbuhnya

Benda Angklung Tua tersebut yang sering di keluarkan pada bulan tertentu saja, satu Satu Muharam dan di mainkan perayan 17 Agustus

Di tempat Pusaka Angklung Tua tersebut terdiri benda yaitu, benda Angklung Tua di lokasi Rt 01 Rw 06 Dusun 01 Kampung Cipining Desa Argapura Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor. merawat. Dengan baik yang terbuat dari Bambu Gombong berwarna hitam dan coklat yang sudah mengering, yang berjumlah 6 dan Dogdog Lojor 2 dengan terbuat dari kayu rambutan ada juga 1 Corolot berkain putih dan ada bulu ayam hutan, ” Jelasnya Abah Iyek Rabu (04/08/2021).

Baca Juga Berita Lainnya  Penyaluran BLT DD Desa Setu Kecamatan Jasinga Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Tak hanya itu Ia menyimpan dengan baik dan sering di kunjungi oleh pencinta seni ataupun budaya begitupula mahasiswa darah maupun luar kota, yang konon ingin mengetahuinya benda pusaka Angklung Tua, hal ini ia selalu menjaga dan merawat.

Benda Pusaka Angklung Tua ini, tak sembarangan di pergunakan hal ini di Simpan dengan baik dan di rawat. Di Kamar penyimanan khusus Angklung yang saat ini kamar dinding Bilik bercat berwarna Hijau. Memperhatikan dan kurangnya perwatan dalam penyimpanan ataupun lirikan pemerintah ataupun Dinas terkait, Kononnya sering di kunjungi saja.

Pernah mendapat bantuan dana hibah dari dinas pariwisata dan kebudayaan pada tahun, 2013/2014 hanya saja tidak terawat dengan baik. Sehingga pernah menjadi pro dan kontra Rp. 100.000.000 juta di perkirakan saat ini padepokan Angklung Gubrak sebagai pengurus tidak memiliki padepokan yang tepat sehingga Dana tersebut tidak di belanjakan dengan tepat.

Yang seharusnya di belanjakan tanah, atas nama sanggar ternyata tidak terealisasi. Saat ini bahkan tanahnya sengketa yang artinya penumpang.

Abah Iyek untuk mengembangkan hobiynya sering panggilan bermain Angklung dengan nama nama paguyuban pemain yang di kenal Anglung Gubrak dan Ki dalang Kobot, ia sering di gedung Kebudayan Jawa barat. Bahkan Sering di pinta tampul acara Bupati Bogor dari tahun ke tahun bahkan dalam kegiatan Presiden Megawati, SBY dan Jokowi. Bahkan pernah di usung ke luar negeri untuk tampil seni Angklung dan di tingkat perlomban Bupati dan Gubernur sering menjuarai pengarahan tingkat 1, ” Pungkasnya Abah Iyek pengurus ke 7 kegerasi bilah di hitung 12 keturunan pusaka Angklung Tua.

 

( Dede Surya )