Adanya Korban Penipuan PPDB Oleh Oknum. Kusnadi,SH,MH,Cpl : Kami Siap Melakukan Pendampingan Secara Hukum

BOGOR, BBNews – Adanya oknum yang mengatasnamakan Sekertaris Dewan ( Sekwan ) Kabupaten Bogor, diduga bermain Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB ), di Salah satu Sekolah Menengah Atas ( SMA ) Negeri di Kabupaten Bogor, menjadi Sorotan, Salah satu nya oleh Advokat PBH PERADI Cibinong, Kusnadi, SH,MH, Cpl

Wakil Ketua Pusat Bantuan Hukum Perhimpunan Advokat Indonesia (PBH PERADI) Cibinong, yang Sering di sapa Bung Kusnadi tersebut Mengungkapkan turut prihatin dengan ramainya pemberitaan adanya oknum yang mencatut jabatan Sekwan Kabupaten Bogor demi melancarkan aksinya menjadi Calo Penerimaan Peserta Didik Baru.

“Tentunya kita prihatin atas perilaku oknum yang mengaku sebagai Sekertaris Dewan Kabupaten Bogor, yang menjadi calo penerimaan siswa, yang menyebabkan adanya beberapa wali murid yang merasa dirugikan, Bila itu benar adanya, kami PBH PERADI siap melakukan pendampingan hukum secara gratis,” ujarnya, Jum’at (24/09).

Baca Juga Berita Lainnya  Camat Cigudeg Evaluasi Dan Monitoring terkait Rendahnya Angka Vaksinasi Di Wilayah nya

Bung Kusnadi pun Mengatakan, para korban harus berani melaporkan oknum tersebut guna memberikan efek jera.

“Para korban diharapkan mau melakukan pelaporan atas perbuatan oknum tersebut agar pelaku jera dan tidak ada lagi korban lainnnya atas perbuatan Oknum tersebut,
Perbuatan Oknum tersebut jelas tidak dapat ditolerir, terlebih dimasa sulit saat ini, Pihak kepolisian wajib melakukan penyelidikan atas peristiwa yang saat ini tengah jadi perhatian publik,” tutupnya.

Sebelumnya berdasarkan hasil konfirmasi yang didapat melalui Pesan singkat, Wali Murid berinisial M, salah satu korban yang merasa dibohongi terkait anaknya yang akan di masukkan ke salah satu SMAN di Kabupaten Bogor, berencana akan melaporkan pelaku ke pihak berwajib.

Baca Juga Berita Lainnya  Penerima PKH Dan BPNT BNI Akan Di Migrasi Ke Bank Mandiri

“Akan saya laporkan, karena ini menyangkut masa depan anak saya, uang serta data sampai saat ini tidak diketahui kejelasannya, hanya janji dan janji, Saya tidak bisa terima ini semua, saya merasa dibohongi, alasan memo Dewan tidak bisa, sekarang alasan pakai salah satu media agar anak saya bisa masuk, namun hasilnya tidak ada, Intinya saya merasa sudah ditipu, Uang yang sudah masuk kurang lebih Rp 28 juta serta berkas belum juga dikembalikan, pastinya ini akan saya Laporkan pihak Kepolisian”Tutupnya.

( Red )