Desa Kalong Liud Diberikan Pelatihan Pengelolaan Instalasi Biogas Kotoran Hewan

NANGGUNG, BBNews – Desa Kalong Liud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, diberikan Pelatihan Peningkatan Produktivitas dengan metode Urban Farming Sebagai Implementasi Desa mandiri Energi dan Pangan, yang di bimbing langsung oleh Himpunan Mahasiswa Kimia Fakultas matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pakuan

Acara tersebut dihadiri Kepala Desa Kalong Liud,BPD Serta Babinsa dan Elemen masyarakat yang mendapatkan dampak positif dari Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) Kemendikbudristek Himpunan Mahasiswa Kimia FMIPA Universitas Pakuan.

Salah satu Kordinator Mahasiswa, Iman menjelaskan, Program tersebut adalah sebagai bukti dari Visi, Misi Dalam Fakultas Kimia di Pakuan Bogor.

“Manfaat Mengatasi masalah lingkungan Menghasilkan energi gas terbaru yang ramah lingkungan Menghasilkan hasil samping berupa pupuk, Edukasi masyarakat Kerja sama Yayasan cipta abdi putra (Praktisi Biogas), Bumdes Kalong Liud dan Karang Taruna, Untuk Bahan bakuya Seperti Kotoran Kerbau, Sampah Organik, Air Cucian air beras dan Ampas kopi, Untuk pembuatan instalasi biogas baru pertama kali di Kampung Bongas, Rt.2, Rw.1 sebagai percontohan, Harapan kedepannya Pemerintah setempat dapat melanjutkan dengan membangun reaktor berikutnya, “Kata Iman.

Baca Juga Berita Lainnya  Survey Kesiapan Masyarakat Dalam Mendukung Era Baru TV Digital

Di tempat yang sama Dosen Prodi kimia, Dr.Ade Herimulyati, menjelaskan, ada dua reaktor berkapasitas kecil yang hanya cukup 3 rumah dalam sehari untuk mengolah sampah kotoran hewan.

“Sampah dari rumah tangga dan kotoran hewan ternak yang banyak mengandung protein karbohidrat, senyawa organik nanti bisa degradasi, yang bisa di lakukan fermentasi di dalam dua reaktor itu, sehingga nantinya menghasilkan gas metana yang bisa dimanfaatkan untuk biogas,” Ujar Ade Herimulyati.

Ade Juga menjelaskan, Program yang di inisiasi oleh Mahasiswa tersebut sudah dilakukan Dibanyak tempat lain, hanya saja menurutnya dari akademisi melakukan sosialisasi kembali hasil penelitian tersebut kepada masyarakat.

“Sudah banyak di tempat lain sebetulnya ini teorinya sudah lama. Kita dari akademisi mensosialisasikan kembali hasil penelitian ini ke masyarakat supaya bisa langsung di aplikasikan ke masyarakat, Saya berharap, Kepala Desa bisa melanjutkan dan menyebar ke titik-titik yang lain, setelah diberikan model tersebut bisa memperluas potensial dari kotoran hewan ternak,” ungkapnya.

Baca Juga Berita Lainnya  Penyaluran BLT DD Desa Setu Kecamatan Jasinga Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Dilokasi kegiatan Kepala Desa kalong Liud, Jani Nurjaman Berharap, dengan adanya sentuhan dari mahasiswa yang memberi inovasi dampak positif pada lingkungan untuk menjaga dan mensosialisasikan terobosan energi yang berasal dari kotoran ternak bisa memberi manfaat kepada warga dsn bisa menyebar luas di wilayah nya

“Dalam kegiatan ini kami berharap dengan adanya inovasi Biogas dari kotoran ternak dan limbah organik yang bisa di manfaatkan menjadi bahan bakar api untuk keperluan memasak ibu rumah tangga dan kedepanya kami ingin ketika disini sukses diterapkan bisa ikut mendorong warga dusun maupun RW lain untuk menerapkan Biogas ini”tutup Kades Jani.

 

( Ilham )