Pemdes Setu Kembali Salurkan BLT DD

JASINGA, BBNews – Untuk melindungi masyarakat miskin dan rentan dari dampak pandemi COVID-19 pemerintah telah merancang beberapa program jaminan perlindungan sosial.

Salah satunya adalah Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-Dana Desa), yaitu bantuan keuangan yang bersumber dari Dana Desa dan ditujukan bagi masyarakat miskin dan rentan yang kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari terutama akibat wabah COVID-19.

Masyarakat miskin dan rentan yang belum menerima bantuan dari skema jaminan kesejahteraan sosial lain seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan Kartu Prakerja berhak menerima bantuan ini.

Baca Juga Berita Lainnya  Pemdes Nanggung Salurkan BLT DD Bulan November Kepada 107 KPM

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) terus berupaya memberi dukungan kebijakan dan pendampingan kepada desa terkait pelaksanaan BLT-Dana Desa, salah satunya dengan menerbitkan Buku Panduan Pendataan Penerima BLT-Dana Desa.

Dampak sosial dan ekonomi yang diakibatkan pandemi COVID-19 sangat berpengaruh bagi tingkat kesejahteraan masyarakat. Hal ini disebabkan adanya pembatasan kegiatan ekonomi yang secara makro menurunkan pertumbuhan ekonomi dan menyebabkan banyak orang kehilangan pekerjaan sehingga berpotensi meningkatkan jumlah masyarakat miskin.

Turunnya anggaran Dana Desa Tahap 2 Pemdes Setu Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor, hari ini menyalurkan kepada 115 KPM ( Keluarga Penerima Manfaat ) yang dialokasikan langsung 3 bulan untuk bulan 6, 7 dan 8. Selasa (31/8)

Baca Juga Berita Lainnya  Forum UMKM IKM Se Kabupaten Bogor Ikuti Musyawarah Dan Deklarasi Ke II

Kepala Desa Setu Asmarini ketika di konfirmasi menuturkan,
Hari ini kami Pemdes Setu menyalurkan Bantuan Dana Desa untuk tiga bulan langsung kepada KPM yang mana setiap KPM mendapatkan 900.000 dari alokasi bulan juni juli dan Agustus yang mana setiap bulan mendatang 300.000

“Alhamdululah dalam kegiatan pembagian BLT hari ini lancar dan mereka yang hadir untuk mengambil haknya patuh akan prokes yang di terapkan oleh Pemdes Setu maupun Pemerintah Pusat.”Pungkasnya

(Diki/Supri)