Bangunan SDN 1 Banyuresmi Nyaris Ambruk, Ini Kata Koryandik Cigudeg

CIGUDEG, BBNews- Terkait adanya Gedung SDN 1 Banyuresmi, yang berada di Desa Banyuresmi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, yang sangat menghawatirkan karena rawan akan roboh, Kordinator Layanan Satuan Pendidikan ( KORYANDIK ) Cigudeg, Berikan Tanggapan.

Sebelumnya, diberitakan Kondisi Bangunan Sekolah yang seharusnya menunjang siswa-siswi ataupun guru untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) agar lebih efektif rupanya masih menjadi PR untuk Pemerintah khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.

Ropiudin, Koryandik Kecamatan Cigudeg mengatakan, Untuk pengajuan perbaikan Sekolah, dirinya harus memilah, yang akan diajukan Rehabilitas atau pembangunan dilihat dari tingkat kerusakan Sekolah.

“Sebenarnya apabila berbicara Sekolah rusak memang rata rata di Cigudeg ini ada, Namun tergantung sejauh mana kerusakan itu, Ada yang memang sedang, ringan bahkan berat, Saya selaku Koriyandik harus memilah dan memilih mana yang akan menjadi Pioritas ,Adapun batasan kami hanya sampai mengajukan di dalam Musrembang itupun jika sekolahnya jeli mereka harus mengikuti musrembang Desa nanti akan ketemu di Musrembang Kecamatan dan nanti kita akan pilah dari puluhan sekolah yang mengajukan rehab, mana yang harus diprioritaskan dan mana yang harus di tunda Sebab proses Musrembang itu panjang”Kata Ropiudin.

Baca Juga Berita Lainnya  Warga Cimanggu Dua Bergotong Royong Perbaiki Jalan Lingkungan Selesai Tarawih

Ropiudin menjelaskan, terkait dengan gedung SDN 1 Banyuresmi, akan menjadi Prioritas pembangunan di tahun 2022.

“Insya Allah, untuk 2022 bangunan SDN 1 Banyuresmi akan di prioritaskan, Tolong sabar dan dipelihara Sekolah yang ada, itupun kalau masih ada, Kita kan bukan seperti meminta uang seperti kepada orang tua yang hari itu di kasih, Ini kan butuh proses dan intinya tingal sabar, Sebenarnya anggaran pembangunan itu bukan hanya dari APBD Kabupaten tapi ada dari yang lain yang saya tau, Anggaran pembangunan ini yang pertama dari APBD Kabupaten, yang kedua dari APBD Provinsi dan yang ke tiga dari Pusat yang di namakan DAK dan yang ke empat dari simpatisan, Jadi ajuan puluhan sekolah yang masuk kecamatan itu yang di sebut Pioritas itu pada Level APBD Kabupaten, untuk yang sisanya bisa masuk ke Provinsi masuk ke Pusat dan simpatisan”Ungkap Ropiudin.

Baca Juga Berita Lainnya  Danrem 061/Suryakancana Berharap Pendayagunaan Koramil Model Mampu Meningkatkan SDM Aparat Wilyah

( SUPRI )